Pulau Pisang Lampung

Pulau Pisang Lampung yang Menakjubkan

Pulau Pisang Lampung yang Menakjubkan – Sebuah pulau kecil dengan penduduk mayoritas Lampung Saibatin Peminggir Krui ini, dulunya terkenal sebagai penghasil lada dan cengkeh yang diimpor hingga ke luar negeri. Namun akibat banyaknya tanaman lada dan cengkeh yang mati, akhirnya para penduduk menggantinya dengan tanaman pisang. Mungkin faktor tersebut yang menjadikan salah satu alasan kenapa pulau ini dinamakan Pulau Pisang.

Pulau Pisang adalah sebuah pulau di wilayah Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Memiliki luas lebih kurang sekitar 200 hektar dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di bagian Barat dan Selatan, sedangkan untuk bagian Utara dan bagian Timur berbatasan dengan Pulau Sumatera.

Meski belum setenar Pulau Tangkil atau Pulau Pahawang, akan tetapi panorama alam yang dimiliki Pulau Pisang Lampung rasanya mampu menciptakan sensasi berbeda bagi setiap pengunjung yang menginjakkan kaki di pulau ini.

 

Lihat : Panorama Alam dan Keindahan Bawah Laut Pulau Pahawang

 

Akses Transportasi Menuju Pulau Pisang Lampung

Untuk mencapai lokasi pulau mungil nan eksotis di Pesisir Barat Lampung ini, Anda harus menuju Krui terlebih dahulu. Transportasi umum seperti Bus Krui Putra yang terdapat di Terminal Rajabasa, bisa Anda jadikan sebagai sarana transportasi. Jadwal Keberangkatan bus ini mulai pukul 7 pagi hingga pukul 4 sore.

Atau jika Anda tidak ingin naik bus dengan alasan repot, Anda bisa menggunakan jasa angkutan travel yang banyak terdapat di Kota Bandar Lampung, seperti Tebar Pesona Travel salah satunya. Adapun ongkos perjalanan dari Kota Bandar Lampung menuju Krui dengan transportasi tersebut, Anda akan dikenakan tarif sebesar Rp. 150.000 per orang dengan waktu tempuh lebih kurang 7 jam perjalanan.

Namun jika Anda menggunakan mobil pribadi, perjalanan dari Kota Bandar Lampung dimulai dari Terminal Kemiling, Pringsewu, Talang Padang, Gisting, Kota Agung, selanjutnya memasuki Taman Nasional Bukit Barisan Selatan atau kawasan hutan lindung. Mendekati kawasan hutan lindung ini, Anda akan melalui tanjakan panjang yang terkenal dengan sebutan Tanjakan Sedayu.

Pulau Pisang Lampung

Disarankan agar harus lebih waspada ketika Anda melewati kawasan ini. Selain tanjakan panjang dan berliku, Tanjakan Sedayu ini rawan longsor dan pohon tumbang. Terlebih ketika cuaca hujan yang tentunya dapat membahayakan perjalanan. Setelah melewati Desa Bengkunat dan beberapa kampung kecil, maka sampailah Anda di Krui.

Setibanya di Krui, ada 2 jalur pilihan yang bisa Anda tempuh untuk mencapai Pulau Pisang Lampung. Pilihan pertama melalui Dermaga Kuala Selalau atau Dermaga Krui. Melalui dermaga ini, Anda akan terombang-ambing di laut sekitar lebih kurang 50 – 60 menit penyeberangan bersama perahu yang Anda tumpangi.

Sementara pilihan kedua, yakni melalui Dermaga Tembakak. Menempuh penyeberangan melalui jalur ini akan lebih cepat. Hanya butuh waktu tempuh sekitar 15 menit perjalanan dengan biaya Rp. 15.000 per orang. Di atas perahu, Anda akan merasakan deburan ombak yang menerjang. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena di perahu ini telah disediakan pelampung yang bisa Anda gunakan sebagai pengaman selama dalam penyeberangan.

Adapun untuk jadwal penyeberangan ke Pulau Pisang Lampung, hanya tersedia pada jam-jam tertentu saja. Yaitu pada jam 7 pagi dan jam 2 siang. Diluar dari waktu tersebut, Anda hanya bisa menyeberang dengan menyewa kapal penyeberangan yang bermuatan hingga 10 orang dengan biaya sebesar Rp. 500.000 untuk sekali penyeberangan.

 

Berbagai Keindahan yang Menakjubkan dari Pulau Pisang Lampung

Setelah berlabuh di Pulau Pisang, Anda benar-benar akan dibuat terpukau oleh panorama alam yang luar biasa indahnya. Terdapat beberapa spot unik dan menakjubkan yang bisa Anda nikmati di pulau ini. Anda bisa mengawalinya dari Pantai Dermaga atau Pantai Pasar yang berada di Pekon Pasar.

Pulau Pisang Lampung

Pantai dengan pasir putih halus yang membentang diantara air lautnya ​yang biru kehijauan, sungguh sebuah pemandangan yang sangat sayang untuk dilewatkan. Ditepian pantai, terdapat jembatan yang menjorok ke laut dan ​menjadi tempat favorit para pengunjung yang hobi berenang dengan melompat dari atas jembatan.

Spot selanjutnya yang wajib Anda nikmati alam indahnya saat berada di Pulau Pisang Lampung adalah Batu Guri / Gukhi yang terletak di Pekon Labuhan. Spot Batu Guri ini memiliki pantai dengan sesuatu yang khas berupa batu karang di tengah laut yang ditumbuhi pepohonan.

Pulau Pisang Lampung

Dari kawasan ini juga Anda bisa menikmati pemandangan unik dari Bangkai Kapal yang terdampar di pinggir pantai pulau ini. Konon kabarnya, Kapal pengeruk yang berasal dari Padang tersebut terdampar akibat hantaman ombak yang terlalu besar. Spot yang cukup menarik untuk dijadikan sebagai objek berselfi ria.

Pulau Pisang Lampung

Bagi Anda yang hobi memancing, berkunjunglah​ ke pulau ini pada bulan April atau bulan Mei. Karena di bulan-bulan tersebut Anda bisa berbaur bersama para nelayan setempat untuk merasakan serunya memancing ikan Blue Marline yang banyak muncul pada bulan April dan bulan Mei dalam setiap tahunnya.

Sebenarnya masih cukup banyak keseruan lain yang bisa Anda temukan dalam menikmati liburan di Pulau Pisang Lampung ini. Jika Anda rasa waktu yang ada tidak cukup untuk menikmati segala keindahan dari pulau ini, Anda bisa menginap di rumah-rumah warga sekitar yang memang disewakan kepada para wisatawan yang datang. Dengan kisaran harga Rp. 200.000 per malam, sudah termasuk jamuan makan dan sambutan ramah dari warga sekitar.

Pulau Pisang Lampung

Demikian sedikit informasi tentang Pulau Pisang Lampung yang menakjubkan. Jika Anda penasaran dengan segala keindahan yang ada, segera rencanakan waktu yang tepat untuk mengunjungi pulau ini bersama teman atau sahabat maupun keluarga tercinta.

Bila ada hal yang perlu disampaikan, seperti kritik, saran ataupun masukan, kolom komentar di bawah ini selalu terbuka untuk Anda. Dan demi kemajuan pariwisata Negeri kita tercinta, jangan lupa untuk membagikan informasi ini melalui tombol yang tersedia. Selamat berlibur!

#SalamTebarPesona

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.