Tari Sigeh Pengunten Lampung, Tarian Penyambut Tamu Kehormatan

Tari Sigeh Pengunten Lampung

Tari Sigeh Pengunten Lampung | Tabik Pun! – Setiap wilayah dari Sabang sampai Merauke mempunyai adat, tradisi dan budaya yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Keanekaragaman tersebut, menjadi sesuatu yang khas sekaligus menjadi daya tarik yang mampu melambungkan citra Indonesia di mata dunia.

Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan bagi kita semua untuk mengenal, menjaga dan melestarikan budaya turun temurun yang sejak dulu hingga sekarang masih tetap eksis pada masing-masing daerah di Nusantara.

Sesuai judul di atas dan sebagai upaya untuk memantaskan diri pada tempat dimana bumi dipijak, dalam kesempatan ini Tebarpesona ingin mengenalkan salah satu budaya dari daerah Lampung melalui seni tari tradisional bernama Tari Sigeh Pengunten.

Tarian tersebut biasa digunakan untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang ke Provinsi Lampung sebagai budaya penghormatan. Selain itu, Tari Sigeh Pengunten Lampung ini juga sering digunakan dalam acara-acara adat dan tidak jarang juga tampil dalam acara pesta pernikahan.

 

Tari Sigeh Pengunten Lampung Kreasi Baru dari Tari Klasik

Tari Sigeh Pengunten Lampung adalah salah satu tari kreasi baru hasil pengembangan dari tari klasik, yaitu Tari Sembah yang merupakan tari tradisi asli masyarakat Lampung. Dikarenakan dari waktu ke waktu Tari Sembah telah mengalami banyak perubahan, sehingga terdapat banyak sekali jenis Tari Sembah di tengah masyarakat saat ini.

Guna membedakan antara Tari Sembah yang asli dengan yang memiliki banyak varian, melalui Peraturan Daerah Tari Sigeh Pengunten kemudian diresmikan sebagai tarian Lampung untuk penyambutan tamu penting.

Tari Sigeh Pengunten Lampung
Pentasan Tari Sigeh Pengunten
(Image by: Google)

Berdasarkan dari fungsinya itulah Tari Sigeh Pengunten Lampung selalu ditempatkan pada urutan pertama dalam setiap rangkaian perhelatan. Hal tersebut tak lain adalah untuk menunjukkan keramahtamahan tuan rumah kepada para tamu dan seluruh undangan yang menghadiri acara.

Meskipun tari ini adaptasi antara klasik dan modern, namun baik busana atau kostum dan segala aksesoris serta musik pengiring dalam tarian ini tidak ada perubahan. Koreografi Tari Sigeh Pengunten juga mengambil unsur dari berbagai tari tradisional Lampung untuk merepresentasikan budaya Lampung yang sangat beragam.

 

Keunikan Tari Sigeh Pengunten Lampung

Tari Sigeh Pengunten Lampung terdiri dari kelompok penari wanita dengan jumlah anggotanya ganjil. Paling sedikit berjumlah 5 orang. Lebih dari itu terkadang bisa 7 orang, 9 orang, 11 orang dan seterusnya, menyesuaikan situasi dan kondisi atau kebutuhan.

Sesuatu yang unik dari Tari Sigeh Pengunten Lampung yaitu adanya properti berupa kotak dengan warna keemasan yang dibawa salah seorang penari yang berada di posisi paling depan. Itulah kenapa kelompok penari ini anggotanya berjumlah ganjil. Satu orang diantaranya memiliki peranan khusus sebagai pembawa kotak atau biasa disebut Tepak.

Tari Sigeh Pengunten Lampung
Penari paling depan pembawa kotak atau Tepak
(Image by: Google)

Properti tersebut berisi daun sirih yang telah dipersiapkan sebelumnya, dan nantinya akan diberikan kepada salah seorang tamu yang dianggap mewakili dari seluruh tamu yang datang sebagai bentuk sambutan penghormatan.

Atribut Tari Sigeh Pengunten Lampung

Dengan gerakan-gerakan lemah gemulai dan menawan, para penari ini mengenakan balutan baju kurung dengan Kain Tapis di bagian bawah dan Mahkota Siger bertengger di kepala sebagai ciri khas busana tradisional Lampung.

Baca juga : Mengenal Gerbang Sumatera Lewat Menara Siger Lampung

Adapun atribut pelengkap tata rias para penari Sigeh Pengunten diantaranya adalah dinar, baharu, bulu serti, kembang melur, kembang goyang, buah jukum, kalung papan jajar, gelang kano, gelang burung, gelang pipih, anting-anting dan tanggai.

Sedangkan alat musik khas Lampung sebagai pengiringnya adalah seperangkat Talo Balak (semacam Gamelan) dan beberapa tetabuhan melengkapi peralatan musik yang ada.

Sekali lagi, sebagai generasi penerus kita wajib melestarikan sekaligus menjaga kebudayaan warisan nenek moyang, agar jangan sampai diakui oleh bangsa lain dan jangan pernah tergerus oleh zaman.

Itulah ulasan tentang Tari Sigeh Pengunten Lampung yang bisa Tebarpesona sampaikan. Kepada sesepuh, tokoh adat, tokoh masyarakat, muli mekhanai dan masyarakat Lampung secara keseluruhan, saya Rustam Renaldy selaku penulis sekaligus sebagai admin blog ini, memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila di dalam menyajikan informasi ini terdapat kesalahan ataupun kekeliruan baik dalam penulisan maupun secara penyampaian.

Kritik, saran dan masukan selalu saya terima baik melalui kolom komentar yang tersedia, maupun menghubungi saya melalui contact. Ini Lampung, Yay!

#SalamTebarPesona

14 thoughts on “Tari Sigeh Pengunten Lampung, Tarian Penyambut Tamu Kehormatan”

  1. Adi Stia Utama S

    Owh Orang OKI mesuji..
    Ga jauh2 amat la kang sama saya
    OKUT.. jauh si hahaha

    1. OKUT … Saya pernah jalin bisnis transportasi (travel) sama orang BK10, tepatnya daerah Gumawang beberapa tahun yg lalu Mas Adi. Sebuah kabupaten yang ramai namun tetap asri dengan hijaunya hamparan sawah sepanjang mata memandang yaa. Kalo dari OKI, lumayan jauh juga sih. Hehe …

  2. wah Tari Sigeh Pengunten Lampung selalu ditempatkan pada urutan pertama dalam setiap rangkaian perhelatan.
    sangat terkenal artinya di sana ya

    1. Betul sekali mas. Itu merupakan tari andalan dari masyarakat Lampung dalam hal penyambutan. Saya apresiasi sekali untuk KejawenWetan, karena zaman now masih ada yang tetap menjaga, mengingatkan, melestarikan dan mengenalkan budaya daerahnya (Jawa). Sukses selalu mas. Terimakasih sudah mampir.

  3. Hiasan kepala khas Lampung ini menarik banget.
    Warna kostumnya cerah mentereng.

    Setuju, kita semua wajib melestarikan dan ikut memperkenalkan adat istiadat,kesenian dan peninggalan-peninggalan nenek moyang kita agar lebih banyak dikenal seluruh dunia.

    1. Itulah pakaian tradisional kebanggaan kami masyarakat Lampung, Mas. Sungguh sayang kan, kalau keindahan semacam itu tidak dijaga dan dilestarikan? Karena kalau bukan kita, siapa lagi … 😁

  4. Saya lebih tertarik sama aksesoris atau atribut di kepalanya itu. Ukiran mahkotanya sungguh indah sekali.

    1. Ya, selain indah mahkota itu juga (Siger) sekaligus sebagai identitas dari masyarakat Lampung mas.

      1. Teman saya asal lampung disini, semuanya hampir memasang stiker yang logonya seperti diatas.

        1. Mungkin itu salah satu cara mengobati rasa rindu akan kampung halaman mereka selama di perantauan, Mas. Hehe

  5. Kalau Boleh tahu Apakah Mas Admin orang lampung yach, saya tinggal di Sumatera.

    Kalau ditempat saya tarian untuk menyambut kedatangan seseorang biasanya menampilkan tari Tanggai.

    1. Saya juga dari Sumsel (Mesuji, OKI) Kang Nata. Setelah ayah berpulang, sejak 30 tahun yang lalu domisili di tanah kelahiran ibu, yakni Lampung.

      Jadi, secara kebudayaan dari seni tari, saya pun memiliki 2 tari tradisional. Yaitu Tari Tanggai dan Tari Sigeh ini 😁

Berikan Tanggapan Anda!